Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI AU, BMKG, dan BRIN menggelar operasi gabungan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan dengan menyemai puluhan ton garam (NaCl) di langit Kalimantan Tengah, Barat, dan Selatan. Langkah ini diperkuat pengerahan puluhan helikopter pengebom air (water bombing) serta ribuan personel darat Manggala Agni untuk mengendalikan ribuan titik panas (hotspot) dan membasahi kembali kubah gambut yang membara.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan memasuki fase ofensif terbesar tahun ini. Menghadapi ribuan titik panas (*hotspot*) yang terus bermunculan di atas lahan gambut yang mengering akibat kemarau ekstrem, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan seluruh sumber daya darat dan udara dalam operasi pemadaman terpadu berskala nasional.
Karena sifat bara api gambut yang menyusup ke bawah tanah hingga kedalaman bermeter-meter, pemadaman tidak dapat lagi mengandalkan semprotan air permukaan biasa. Pemerintah mengombinasikan rekayasa cuaca melalui **Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)**, operasi **water bombing** udara intensif, serta teknik suntik gambut oleh brigade darat **Manggala Agni**.
Strategi TMC: Menabur Puluhan Ton Garam untuk Memancing Hujan Buatan
Operasi TMC dipimpin oleh BNPB berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara. Menggunakan pesawat angkut khusus militer (seperti C-130 Hercules dan CN-295), tim menyemai bahan semai berupa garam bubuk halus (NaCl) murni langsung ke dalam sel-sel awan kumulonimbus yang potensial.
Prinsip kerja TMC adalah mempercepat proses kondensasi uap air di dalam awan sehingga butiran air membesar dan jatuh sebagai hujan lebat alami di atas zona kebakaran. Hujan buatan berdurasi panjang adalah satu-satunya metode paling efektif untuk merendam kembali (*rewetting*) hamparan kubah gambut yang luasnya mencapai ratusan ribu hektar secara simultan.
Pesawat angkut militer TNI AU yang dikerahkan dalam misi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penyemaian garam hujan buatan di atas wilayah karhutla. Foto: Wikimedia Commons (lisensi CC BY-SA 4.0)
Operasi Water Bombing: Memutus Koridor Kobaran Api
Di sektor udara taktis, BNPB mengerahkan puluhan unit helikopter sewa berkapasitas kantong air (*bambi bucket*) 1.000 hingga 4.000 liter. Helikopter ini bertugas menjangkau titik-titik api di kawasan hutan perawan atau rawa terisolir yang mustahil ditembus oleh kendaraan pemadam darat.
Setiap harinya, armada pengebom air ini melakukan puluhan sorti penerbangan bolak-balik dari danau atau sungai terdekat menuju titik koordinat api. Target utamanya adalah melokalisir kepala api agar tidak merambat mendekati kawasan permukiman penduduk, bandar udara, dan jalur pipa energi vital.
Tabel Komparasi Metode Pemadaman Karhutla di Kalimantan
| Metode Pemadaman | Pelaksana Teknis | Keunggulan Utama | Tantangan di Lapangan |
|---|---|---|---|
| Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) | BNPB, BRIN, BMKG, TNI AU | Membasahi kubah gambut skala ratusan ribu hektar secara merata. | Sangat bergantung pada ketersediaan bibit awan hujan di atmosfer. |
| Helikopter Water Bombing | BNPB & Operator Udara | Cepat menjangkau titik api terisolir di tengah belantara rawa. | Jarak pandang terganggu kabut asap; air cepat menguap sebelum meresap. |
| Suntik Gambut (Peat Nozzle) | Brigade Manggala Agni & Relawan | Mematikan kantong bara api di kedalaman tanah hingga tuntas. | Kebutuhan air sangat besar dan risiko kelelahan fisik personel darat. |
Perjuangan Heroik Manggala Agni di Garis Depan Darat
Di balik manuver pesawat dan helikopter canggih di langit, garda penentu pemadaman tetap berada di pundak para prajurit brigade Manggala Agni KLHK, anggota TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Mereka berjalan kaki memikul pipa semprot dan mesin pompa jinjing sejauh berkilo-kilometer di atas tanah gambut yang berongga dan panas. Dengan metode pipa suntik gambut (*peat injection nozzle*), petugas menancapkan pipa besi sedalam 1,5 hingga 3 meter ke dalam tanah untuk membanjiri sarang bara api hingga tanah berubah menjadi bubur lumpur dingin. Kerja keras tanpa kenal lelah inilah yang memastikan api tidak kembali menyala setelah helikopter meninggalkan lokasi.
Pantau Sebaran Hotspot & Penegakan Hukum Karhutla
Dapatkan informasi terkini mengenai penindakan hukum pembakar hutan dan pantauan satelit resmi pemerintah:
Kesimpulan
Operasi pemadaman karhutla Kalimantan adalah pertempuran logistik dan teknologi yang menuntut kolaborasi tanpa henti. Dari semaian garam di langit oleh pesawat TNI AU hingga semprotan air bertekanan tinggi di pedalaman rawa oleh Manggala Agni, seluruh elemen bangsa bersatu padu demi membebaskan langit Kalimantan dari belenggu kabut asap.
❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
💬 Bagaimana cara kerja Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam memadamkan karhutla?
TMC dilakukan dengan menyemaikan serbuk garam (NaCl) ke dalam awan potensial menggunakan pesawat khusus TNI AU. Garam berfungsi sebagai zat higroskopis yang mempercepat kondensasi butir air sehingga memicu terjadinya hujan buatan lebat di atas kawasan hutan yang terbakar.
💬 Berapa kapasitas kantong air helikopter water bombing yang dikerahkan BNPB?
Helikopter pengebom air BNPB umumnya menggunakan kantong air (bambi bucket) berkapasitas antara 1.000 liter hingga 4.000 liter sekali angkut, yang diambil langsung dari sungai atau danau terdekat.
💬 Apa itu teknik suntik gambut yang dilakukan brigade Manggala Agni?
Teknik suntik gambut adalah metode pemadaman darat menggunakan pipa besi berpori sepanjang 1,5 hingga 3 meter yang ditancapkan langsung ke bawah permukaan tanah gambut untuk membanjiri bara api bawah tanah (smoldering) dengan air bertekanan tinggi.
💬 Lembaga apa saja yang terlibat dalam operasi darurat karhutla di Kalimantan?
Operasi darurat melibatkan BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK / Manggala Agni), TNI AU, TNI AD, Polri, BMKG, BRIN, BPBD Provinsi/Kabupaten, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).