Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lonjakan dramatis kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menembus 277.000 kasus di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan dan sekitarnya. Yang paling memprihatinkan, sebanyak 62.000 penderita di antaranya adalah bayi dan anak balita. Kualitas udara di sejumlah kota seperti Palangka Raya, Sampit, dan Pontianak menyentuh level Berbahaya dengan konsentrasi partikulat mematikan PM2.5.
Langit Pulau Kalimantan kembali berada dalam kondisi genting. Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla)—terutama di kawasan kubah gambut Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan—telah memuntahkan jutaan ton asap beracun ke atmosfer. Dampaknya tidak lagi sebatas gangguan jarak pandang penerbangan, melainkan telah menjelma menjadi krisis kesehatan masyarakat berskala darurat.
Berdasarkan rekapitulasi data surveilans epidemiologi terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, tercatat lebih dari 277.000 warga terserang ISPA dalam kurun waktu sebulan terakhir. Sebanyak lebih dari 62.000 kasus di antaranya diderita oleh kelompok usia paling rentan, yakni bayi di bawah usia lima tahun (balita) yang paru-parunya masih dalam tahap perkembangan.
Mengapa Asap Karhutla Sangat Berbahaya bagi Paru-Paru?
Asap yang dihasilkan dari pembakaran lahan gambut memiliki karakteristik toksik yang jauh lebih mematikan dibandingkan asap kebakaran kayu biasa. Pembakaran anaerobik bawah tanah (*smoldering*) melepaskan senyawa kimia berbahaya:
4 Racun Utama dalam Partikel Asap Gambut
- Partikulat Halus PM2.5: Partikel mikroskopis berdiameter kurang dari 2,5 mikron yang mampu lolos dari bulu hidung, masuk ke bronkus terdalam, dan menembus pembuluh darah kapiler.
- Karbon Monoksida (CO): Gas tak berbau yang mengikat hemoglobin darah 200 kali lebih kuat daripada oksigen, memicu hipoksia seluler, pusing berputar, dan sesak napas akut.
- Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH): Senyawa organik volatil karsinogenik yang terbentuk dari pembakaran tidak sempurna biomassa purba gambut.
- Sulfur Dioksida (SO2) & Formaldehida: Gas iritan kuat yang memicu rasa terbakar di kornea mata, radang tenggorokan parah, hingga serangan bronkitis akut.
Kondisi kabut asap karhutla yang mengepung kawasan permukiman warga dan memicu lonjakan penyakit saluran pernapasan. Foto: Wikimedia Commons (Yumiyumi9, lisensi CC0)
Data Sebaran Daerah Terparah & Pembatasan Aktivitas Sekolah
Pemerintah daerah di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan telah menaikkan status siaga darurat bencana kabut asap. Di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit), angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berulang kali menembus level Berbahaya (skor > 300), terutama pada rentang waktu dini hari hingga pukul 09.00 WIB ketika massa asap dingin terkonsentrasi di permukaan tanah.
Kondisi ini memaksa dinas pendidikan setempat meliburkan sekolah tatap muka atau memundurkan jam masuk kelas serta mewajibkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring demi mencegah anak-anak menghirup udara beracun saat perjalanan ke sekolah.
Tabel Parameter Kualitas Udara (ISPU) & Dampak Klinis Kesehatan
| Kategori ISPU | Nilai Indeks | Gejala Klinis yang Muncul | Tindakan Darurat Medis |
|---|---|---|---|
| Tidak Sehat | 101 – 199 | Mata merah berair, bersin-bersin, tenggorokan gatal dan kering. | Gunakan masker medis saat keluar, kurangi aktivitas fisik berat luar ruang. |
| Sangat Tidak Sehat | 200 – 299 | Batuk berdahak, asma kambuh, sakit kepala, napas tersengal. | Wajib masker N95/KN95, nyalakan pemurni udara (air purifier) di rumah. |
| Berbahaya | ≥ 300 | Sesak napas akut, pneumonia, hipoksia pada bayi/lansia. | Evakuasi ke Safe Room ber-filter HEPA, siapkan tabung oksigen portabel. |
5 Protokol Keselamatan Keluarga Menghadapi Kepungan Asap
Dokter spesialis paru dan Kemenkes mengimbau masyarakat di kawasan terpapar kabut asap untuk disiplin menjalankan langkah perlindungan berikut:
- Wajib Masker Standar N95 / KN95: Masker kain biasa tidak mampu menyaring partikel nano PM2.5. Gunakan respirator yang memiliki segel rapat di wajah.
- Ciptakan "Safe Room" di Rumah: Tutup rapat ventilasi dengan kain/handuk basah, dan gunakan alat pemurni udara (Air Purifier) berfilter True HEPA H13.
- Tingkatkan Asupan Cairan & Nutrisi: Minum air putih minimal 2–2,5 liter sehari untuk membantu saluran pernapasan membilas lendir dan partikulat asing.
- Sedia Oksigen Kaleng untuk Darurat: Siapkan tabung oksigen portabel bagi keluarga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Segera ke Puskesmas Jika Ada Gejala Sesak: Jangan menunda jika anak menunjukkan napas cepat, bibir membiru, atau demam tinggi disertai batuk parah.
Lindungi Pernapasan Keluarga Anda Sekarang
Simak panduan barang darurat yang wajib disiapkan di rumah serta penjelasan sains mengapa bara api gambut sangat sulit dipadamkan:
Kesimpulan
Lonjakan 277 ribu kasus ISPA di Kalimantan adalah alarm keras bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan ancaman langsung terhadap masa depan generasi penerus bangsa. Upaya pemadaman darat dan udara harus diimbangi dengan respon medis darurat yang masif, pembagian masker respirator gratis, serta perlindungan ekstra bagi puluhan ribu anak balita yang tengah berjuang bernapas di bawah kepungan langit kelabu.
❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
💬 Berapa jumlah kasus ISPA yang tercatat akibat kebakaran hutan Kalimantan 2026?
Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 277.000 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla Kalimantan dan sekitarnya, dengan lebih dari 62.000 korban di antaranya merupakan bayi dan anak balita.
💬 Mengapa kabut asap kebakaran lahan gambut sangat berbahaya bagi kesehatan?
Asap gambut mengandung konsentrasi tinggi partikulat mikroskopis PM2.5, karbon monoksida (CO), sulfur dioksida, dan senyawa karsinogenik PAH yang mampu masuk langsung ke dalam alveolus paru-paru dan peredaran darah, memicu asma akut hingga pneumonia.
💬 Apakah masker kain biasa efektif melindungi dari asap karhutla?
Tidak efektif. Masker kain atau masker bedah biasa hanya mampu menyaring debu kasar. Untuk menyaring partikel berbahaya PM2.5 dari asap karhutla, disarankan menggunakan masker standar respirator N95 atau KN95 yang memiliki segel kedap udara.
💬 Apa saja gejala ISPA akibat kabut asap yang memerlukan penanganan medis segera?
Gejala darurat meliputi napas cepat berbunyi (mengi), sesak napas berat, nyeri dada saat bernapas, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, pusing berputar, dan demam tinggi pada balita.